Translate

Gallery PON 2012 Riau











  


   




  

   



Selamat bagi para juara!
Semua adalah pendekar sejati!

untuk mengetahui perolehan medali silahkan klik disini!

PEROLEHAN MEDALI KONTINGEN JAWA BARAT 

Sumber : http://www.ponriau2012.com/kontingen/a/JBR/medali

  • emas

    99

  • perak

    79

  • perunggu

    101

PEROLEHAN MEDALI

Cabang OlahragaEmasPerakPerungguTotal
ANGGAR13812+
ANGKAT BERAT3025+
ANGKAT BESI46111+
ATLETIK63514+
BALAP SEPEDA52310+
BERMOTOR2013+
BILIAR0123+
BINARAGA2204+
BOLA BASKET1001+
BOLA VOLI1001+
BOWLING3328+
BRIDGE0112+
BULUTANGKIS2237+
CATUR4228+
DAYUNG513624+
GANTOLE2013+
GOLF0011+
GULAT1067+
JUDO66315+
KARATE1247+
KEMPO2327+
LAYAR0044+
LONCAT INDAH1023+
MENEMBAK1124+
PANAHAN2125+
PANJAT TEBING0022+
PARALAYANG1102+
PENCAK SILAT4239+
RENANG2210436+
RENANG INDAH0011+
SELAM1528+
SENAM1045+
SEPAKTAKRAW0213+
SEPATU RODA0235+
SKI AIR1023+
SOFTBALL0011+
SQUASH2114+
TAEKWONDO52310+
TARUNG DERAJAT1135+
TENIS0011+
TENIS MEJA0112+
TERBANG LAYANG0022+
TERJUN PAYUNG2013+
TINJU2114+
WUSHU2024+






READMORE
 

5 Tips Mendukung Anak Berprestasi Dalam Bidang Olahraga


 Apakah si kecil sangat menyukai olahraga, entah itu pencak silat, renang, sepakbola atau basket? Jika iya, sebagai orangtua Anda tentu perlu mendukungnya selama yang dilakukannya positif. Apalagi jika ternyata anak menunjukkan kemampuannya pada bidang tersebut.

Atlet senam asal Amerika Serikat Nastia Liukin, memberikan beberapa tipsnya untuk Anda para orangtua yang ingin mendukung si kecil terus berprestasi di bidang olahraga. Peraih medali emas olimpiade Beijing itu merasa orangtua punya peranan penting untuk mewujudkan harapan atau
cita-cita anak.

Nastia sendiri memulai karirnya sebagai atlet senam sejak usia tiga tahun. Perkenalan dininya dengan cabang olahraga tersebut tidak lain karena keduaorangtuanya juga atlet senam.

Berikut ini saran dari atlet senam cantik keturunan Rusia-Amerika ini:

1. Dorong Anak untuk Memiliki Cita-cita yang Tinggi
"Aku selalu memiliki cita-cita yang tinggi dan itu tidak pernah terlalu awal (untuk dimulai)," ujar Nastia. "Ada banyak anak-anak perempuan dan laki-laki yang akan menonton Olimpiade musim ini dan jika orangtua melihat ada ketertarikan pada anak, mereka (orangtua) sudah pasti harus mendukungnya," ujar wanita berusia 22 tahun itu.

2. Bantu Anak untuk Tetap Fokus - Dengan Cara yang Menyenangkan
"Aku selalu memberikan nasihat bagaimana agar tujuan tercapai yaitu dengan memvisualisasikannya," tutur Nastia. Dia sendiri selalu membayangkan medali yang akan diraihnya ketika mengikuti Olimpiade Beijing. Dan dia berhasil mendapatkan lima medali. "Ini adalah sesuatu yang selalu aku lakukan. Dengan memvisualisasikannya membantuku untuk tetap fokus pada apa yang ingin aku capai," katanya.

3. Tetapkan Tujuan Jangka Pendek dan Panjang
"Selalu buat tujuan untuk anak-anak," jelas Nastia. "Tujuan harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Anak harus bekerja keras untuk meraih sesuatu yang ingin dicapainya. Dan sangat penting untuk  menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Sukses tidak terjadi dalam semalam dan kamu harus bekerja keras untuk itu, setiap hari," tambah wanita yang mengikuti kompetisi nasional di usia 12,5 tahun itu.

4. Bantu Anak Menyeimbangkan Olahraga dengan Aktivitas Lainnya
"Orangtuaku lebih peduli dengan siapa aku bersosialisasi, ketimbang apa yang aku sudah capai sebagai seorang atlet senam," ujarnya. Menurutnya memang sedikit sulit untuk tetap memiliki kehidupan sosial di luar senam.

"Aku ingat ada masa ketika teman-temanku melalukan sesuatu atau pergi ke suatu tempat dan aku tidak bisa ikut karena harus berlatih keesokan harinya pukul 8. Untuk banyak orang, berkompetisi di Olimpiade merupakan kesempatan sekali seumur hidup, jadi kesempatan itu harus diambil dan lakukan yang terbaik. Tapi di akhir pekan, aku selalu meluangkan waktu untuk hangout dengan teman dan melakukan aktivitas lain di luar senam,"
urainya.

5. Pastikan Memang Anak yang Ingin Berprestasi di Olahraga, Bukan Orangtuanya
"Sangat penting untuk memastikan bahwa memang anak perempuan atau laki-laki Anda punya passion pada olahraga, apakah itu senam atau olahraga lainnya," jelas Nastia.

"Terkadang ada orangtua yang ingin melihat anaknya menjadi juara Olimpiade ketimbang anak itu sendiri. Disitulah itu menjadi masalah dan sayangnya kemungkinan besar tidak akan sukses. Tidak akan berhasil jika anak tidak ingin melakukannya. Hal terpenting yang orangtua bisa lakukan adalah hanya dengan memberi dukungan, mendorongnya dan mencintai anak," pungkasnya.

from http://wolipop.detik.com/ (dengan beberapa tambahan)
READMORE
 

MENTAL JUARA dan MENTAL PECUNDANG


MENTAL JUARA (dalam Pencak Silat)

1. Latihan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.
2. Disiplin waktu dalam latihan, disiplin memukul, tendang, sapuan,bantingan, juga disiplin dalam pertandingan (selalu ingin mencoba semua gerakan/teknik dengan sebaik-baiknya).
3. Senantiasa berusaha untuk menguasai pertandingan, cepat membaca situasi dan permainan lawan, kemudian secara cepat dan cermat dapat memutuskan strategi untuk mengalahkan lawan.
4. Senantiasa berpikir sebelum melancarkan serangan, berpikir agar mendapatkan poin dan bila sudah diputuskan maka akan melancarkan serangan dengan yakin, tidak tanggung/setengah hati.
5. Segan pada orang tua, sopan dengan sesama, dan menghormati yang lebih muda.
5.Tetap tenang meski poin tertinggal, namun terus berupaya mengejar ketertinggalan.
6. Mengakui kelebihan lawan jika kalah dan mau belajar memperbaiki kesalahan.
7. Suka menambah sendiri jam latihan agar dapat menguasai kekurangan yang ada.
8. Suka belajar dari senior, suka bertanya apa saja tentang pencak silat.
9. Mau berkorban semisal membeli buku-buku, VCD, dan mengikuti latihan di mana saja.
10. Suka bermain dan latihan dengan siapa saja, tidak pilih-pilih.
11. Tidak takut kalah, meski lawan lebih kuat.
12. Selalu mengikuti tata aturan bermain yang benar.
13. Selalu berkata dan bertindak dengan benar.
14. Menganggap pelatih sebagai guru, orang tua, dan teman.
15. Saya juara saat ini, besok lusa mungkin orang lain. Harus siap menang dan siap kalah.
16. Bangga jika memiliki peralatan sendiri, seperti: /body protector/genital cup/, air minum, dll.
17. Senang mengikuti berita dan perkembangan pencak silat di sekitarnya, di Indonesia, dan di Dunia.
18. Peduli dengan sesama atlet bukan saja dalam hal pencak silat, tapi juga dalam masalah sosial.
19. Jadi Juara karena sanggup mengalahkan Sang Juara sebelumnya.

MENTAL PECUNDANG (dalam Pencak Silat)

1. Latihan semaunya sendiri.
2. Lebih sering telat dan cari-cari alasan, sparring asal tidak berpikir, bertanding semaunya.
3. Yang penting asal pukul, tendang dapat poin atau tidak ya sebodo-amat, atau justru takut tidak mau melakukan pukul tendang sama sekali (pengecut).
4. Tidak mau menyapa orang tua, ngomong seenaknya (mencarut), menyepelekan pemain yang lebih muda.
5. Tegang, emosional dan marah-marah.
6. Suka menyalahkan apa saja: wasit curang, matras jelek, lampu silau, capek, kurang pemanasan, dll.
7. Sebisanya latihan cukup 5 menit saja lalu /sparring/, namun itu pun tidak dilakukan dengan serius.
8. Lebih banyak diam, malu bertanya sebab bertanya dianggap sebuah kebodohan.
9. Sayang mengeluarkan uang untuk membeli buku-buku,VCD, dan menganggap latihan cuma buang-buang uang dan waktu.
10. Hanya mau bermain dengan orang-orang tertentu.
11. Menghindar lawan yang lebih berat.
12. Apapun cara dilakukan agar bisa menang, bila perlu dengan kecurangan!
13. Berbohong jadi kebiasaan.
14. Bila perlu kalahkan pelatih.
15. Sayalah juara, tidak bisa dikalahkan, kalau kalah… ya nasib.
16. Maunya selalu meminjam atau menggunakan barang milik orang lain.
17. Masa bodoh, yang penting saya main/tampil.
18. Cuek bebek dan tidak peduli pada sesama.
19. Menjadi juara karena tidak ada lawan yang berat/sepadan.

Anda masuk kategori yang mana?

(disadur dari artikel Tenis Meja dengan perubahan sesuai keperluan)

from : ASAD DKI
READMORE